Warga menduga ledakan tersebut berasal dari tabung gas yang berada di dalam rumah. Beruntung, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong karena pemilik sedang bekerja sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Pemilik rumah sedang bekerja, jadi saat kejadian tidak ada orang di dalam,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, menjelaskan pihaknya langsung mengerahkan sejumlah armada begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Karena lokasi berada di kawasan padat penduduk, kami segera menurunkan personel dari tiga posko guna mencegah api meluas ke bangunan lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, terdapat enam bangunan yang terdampak kebakaran, terdiri dari empat rumah tunggal dan dua bangunan bangsalan. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih selama satu jam dengan bantuan suplai air dari relawan yang berada di lokasi.
Ia menambahkan, akses jalan menuju titik kebakaran yang sempit menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sebelum merambat lebih luas ke permukiman warga lainnya.
“Seorang relawan sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal saat proses pemadaman berlangsung dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar