Salah satu pemilik rumah kontrakan yang terbakar, Andika, mengaku mengetahui peristiwa itu saat sedang melintas di jalan dan melihat asap hitam tebal dari arah rumah miliknya.
“Saya lagi di jalan, terus lihat asap tebal. Pas saya belok ke sini ternyata rumah sudah terbakar,” ujarnya.
Rumah tersebut diketahui masih ditempati penyewa saat kebakaran terjadi. Namun cepatnya kobaran api membuat seluruh barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.
“Barang-barang banyak di dalam, tapi enggak sempat diselamatkan sama sekali,” katanya.
Andika mengaku belum mengetahui secara pasti sumber api. Informasi awal yang ia dengar menyebut api diduga berasal dari rumah sebelah. “Katanya dari rumah sebelah, tapi belum tahu pasti apakah karena listrik atau kompor,” ucapnya.

Berdasarkan data sementara BPBD, sedikitnya lima rumah terdampak dalam kebakaran tersebut. Hingga Sabtu siang, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini kembali menjadi pengingat tentang tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat dengan akses terbatas.
Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar