Berita Kaltim Terkini

Wagub Kaltim Tekankan Peran Strategis Balikpapan sebagai Gerbang IKN, Soroti Banjir hingga Ekonomi

lihat foto
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji saat Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Kota Balikpapan Tahun 2027, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (2/4/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji saat Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Kota Balikpapan Tahun 2027, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (2/4/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), H. Seno Aji, menegaskan posisi strategis Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Menurutnya, hingga saat ini Balikpapan masih menjadi jalur utama masuknya tamu dari luar daerah sebelum melanjutkan perjalanan ke IKN.

“Balikpapan ini adalah gerbang utama menuju IKN. Kota ini sangat penting dan membutuhkan perhatian khusus, baik dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ujarnya saat Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Kota Balikpapan Tahun 2027, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (2/4/2026).

Di tengah peran strategis tersebut, Seno mengakui adanya tantangan fiskal. Baik pemerintah provinsi maupun kota mengalami pengurangan anggaran dari pemerintah pusat. APBD Provinsi Kalimantan Timur bahkan turun signifikan dari sekitar Rp21 triliun menjadi Rp14 triliun.

Meski demikian, ia menegaskan komitmen untuk terus mendukung pembangunan Balikpapan agar tetap menjadi kota yang bersih, aman, rapi, dan nyaman dihuni masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah penanganan banjir dan penguatan sistem penyediaan air minum (SPAM). Menurutnya, usulan prioritas dari Pemerintah Kota Balikpapan akan dibahas secara serius di internal Tim Anggaran pemerintah provinsi.

“Pengendalian banjir dan air bersih menjadi prioritas. Kita akan upayakan agar persoalan ini bisa diselesaikan secara bertahap,” katanya.

Selain itu, seluruh pokok pikiran DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Balikpapan dapat diarahkan untuk mendukung pembangunan kota tersebut.

Di sektor ekonomi, Seno menekankan pentingnya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengingat Balikpapan dikenal sebagai kota jasa dan kota minyak yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi.

Menurutnya, penguatan sektor jasa serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pemerintah provinsi pun telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung UMKM, khususnya di Balikpapan.


Dalam konteks perencanaan pembangunan 2027, ia menyoroti beberapa fokus utama, diantaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan pelatihan.

Hal ini dinilai penting agar generasi muda Balikpapan mampu bersaing dan mengambil peluang kerja, terutama dengan kehadiran IKN yang ditargetkan mulai ditempati pada 2028.

Selain itu, penguatan konektivitas juga menjadi prioritas. Salah satunya melalui pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bandara Balikpapan dengan IKN, yang ditargetkan memangkas waktu tempuh menjadi sekitar 35 menit.

Di sektor industri, kawasan Kariangau disiapkan menjadi pusat pertumbuhan baru. Bahkan, direncanakan pembangunan pabrik pakan ternak terbesar di Indonesia di kawasan tersebut sebagai bagian dari penguatan sektor peternakan.

Pengembangan kawasan ini juga diarahkan menjadi kawasan ekonomi khusus yang mendukung hilirisasi industri serta terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). “Ini akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Balikpapan dan Kalimantan Timur,” jelasnya.

Namun, di balik berbagai potensi tersebut, Seno juga mengingatkan adanya tantangan sosial yang perlu segera ditangani, salah satunya peningkatan prevalensi stunting di Balikpapan yang naik dari 21 persen menjadi 24 persen.

Menurutnya, penanganan stunting harus menjadi perhatian serius, dengan target penurunan hingga di bawah 20 persen pada akhir 2026. “Kita harus memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, karena ini menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.

Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Kota Balikpapan Tahun 2027, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (2/4/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Kota Balikpapan Tahun 2027, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (2/4/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pembangunan kota dan provinsi agar tidak terjadi tumpang tindih program, sekaligus memastikan penggunaan anggaran lebih efektif.

“Kita ingin setiap rupiah dari uang rakyat benar-benar kembali untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Seno optimistis, dengan perencanaan matang dan kolaborasi yang kuat, Balikpapan akan terus berkembang sebagai kota maju dan nyaman, sekaligus menjadi penopang utama keberhasilan IKN di Kalimantan Timur. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar