BorneoFlash.com, KUKAR – Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mulai membedah skema pembiayaan pembangunan kembali SDN 024 Sebulu yang terdampak kebakaran.
Fokusnya bukan sekadar wacana, melainkan memastikan proyek tersebut benar-benar terkunci dalam mekanisme APBD dan memiliki timeline yang jelas.
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham, menegaskan pihaknya akan meminta penjelasan detail dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar terkait pos anggaran yang akan digunakan, apakah melalui pergeseran anggaran berjalan, Belanja Tidak Terduga (BTT), atau dimasukkan dalam APBD Perubahan.
“Kami ingin tahu skema pastinya. Jangan sampai hanya masuk daftar usulan tanpa kepastian sumber pembiayaan. Kalau memang prioritas, harus jelas posnya dan kapan dieksekusi,” tegasnya, pada Jumat (20/2/2026).
Menurut Idham, jika mengandalkan APBD Perubahan, maka perencanaan teknis dan dokumen pendukung harus disiapkan sejak awal tahun agar tidak terlambat saat pembahasan anggaran.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan Detail Engineering Design (DED) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar tidak menjadi hambatan administratif.






