Pemerintah Pastikan Transformasi Digital 2025 – 2029 Berdampak Langsung bagi Masyarakat

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Sekjen Kemkomdigi) Ismail saat menghadiri ASEAN Digital Ministers’ Meeting di Hanoi, Vietnam, Kamis (15/01/2026). FOTO : ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Sekjen Kemkomdigi) Ismail saat menghadiri ASEAN Digital Ministers’ Meeting di Hanoi, Vietnam, Kamis (15/01/2026). FOTO : ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital

BorneoFlash.com, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Ismail menegaskan komitmen pemerintah agar transformasi digital lima tahun ke depan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum ASEAN Digital Ministers’ Meeting (ADGMIN).

 

Ismail mengatakan pemerintah memprioritaskan layanan publik yang mudah diakses, ruang digital yang aman, serta pemerataan peluang ekonomi digital. Pemerintah menuangkan komitmen tersebut dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemkomdigi 2025 – 2029.

 

Menurut Ismail, Renstra Kemkomdigi selaras dengan agenda digital ASEAN. Indonesia mengambil peran aktif agar kerja sama kawasan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

 

Ia menilai tantangan digital saat ini tidak lagi sebatas perluasan jaringan, melainkan memastikan teknologi bekerja untuk kepentingan publik. Pemerintah harus menjamin penggunaan teknologi yang aman, saling terhubung, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

 

Ismail menegaskan pentingnya tata kelola digital yang jelas untuk mencegah kesenjangan dan risiko keamanan. Karena itu, Indonesia menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama.

 

Selain itu, Indonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN melalui harmonisasi kebijakan dan interoperabilitas sistem guna mendukung layanan lintas negara, perdagangan digital, dan perlindungan data.

 

Renstra Kemkomdigi 2025–2029 mengusung visi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga, yang menekankan pemerataan akses digital, penciptaan peluang ekonomi dan lapangan kerja, serta penguatan perlindungan data dan keamanan siber. Melalui strategi ini, pemerintah mengarahkan transformasi digital agar berpihak pada kepentingan publik. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.