Surplus Beras Melonjak 243 Persen, Indonesia Resmi Swasembada di Era Prabowo

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri) mendampingi Presiden Prabowo Subianto (ketiga kiri) saat meninjau sawah dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional 2025 di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). FOTO : ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/foc/pri.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri) mendampingi Presiden Prabowo Subianto (ketiga kiri) saat meninjau sawah dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional 2025 di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). FOTO : ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/foc/pri.

BorneoFlash.com, JAKARTABadan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat surplus beras nasional meningkat 243,2 persen dalam empat tahun terakhir seiring tercapainya swasembada beras. Peningkatan tersebut memperkuat ketahanan pangan Indonesia yang semakin mandiri dan berkelanjutan.

 

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah secara konsisten melindungi petani sebagai pilar utama percepatan swasembada pangan.

 

Bapanas menjelaskan swasembada beras tercapai karena produksi nasional melampaui kebutuhan konsumsi. Pada 2025, petani menghasilkan 34,71 juta ton beras, sementara konsumsi nasional mencapai 31,19 juta ton per tahun, sehingga menciptakan surplus 3,52 juta ton. Surplus ini melonjak tajam dibandingkan 2022 yang hanya mencapai 1,02 juta ton.

 

Amran menegaskan peningkatan surplus tersebut terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada 2023, Indonesia hanya mencatat surplus 204,29 ribu ton, sedangkan pada 2024 produksi belum mampu menciptakan surplus.

 

Bapanas menegaskan kebijakan penghentian impor beras untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memperkuat swasembada beras 2025. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemerintah menghentikan impor beras konsumsi karena produksi petani dalam negeri telah mencukupi kebutuhan nasional.

 

Sebagai perbandingan, pemerintah masih mengimpor CBP sebesar 57,4 ribu ton pada 2022, lalu meningkatkan impor menjadi 2,81 juta ton pada 2023 dan 3,85 juta ton pada 2024.

 

Amran menjelaskan pemerintah mendorong peningkatan produksi beras dengan menjaga harga gabah petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini berhasil meningkatkan produksi beras nasional hingga sekitar 34 juta ton pada 2025.

 

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pencapaian swasembada beras saat panen raya di Karawang, Jawa Barat, pada 7 /1/2026. Presiden menegaskan Indonesia mencapai swasembada beras berkat kerja keras dan persatuan seluruh pelaku sektor pertanian nasional serta keberhasilan berdiri mandiri tanpa ketergantungan pada negara lain. (*)

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.