Bapanas Pastikan Stok Beras Aman, Harga Mulai Turun Dua Bulan Terakhir

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. FOTO : ANTARA/HO-Humas Bapanas
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. FOTO : ANTARA/HO-Humas Bapanas

BorneoFlash.com, JAKARTA – Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan produksi beras nasional meningkat 4,1 juta ton hingga akhir 2025 tanpa impor. Ia menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada empat tahun mulai menunjukkan hasil konkret.

 

Amran memperkirakan produksi padi setara beras pada 2025 mencapai 34,77 juta ton, naik dari sekitar 30 juta ton tahun sebelumnya. Ia memastikan stok beras pemerintah berada pada kondisi ideal dan memproyeksikan stok CBP menembus lebih dari 3 juta ton, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

 

Data Bapanas mencatat stok akhir tahun CBP selama lima tahun terakhir di bawah 2 juta ton. Proyeksi 2025 yang lebih dari 3 juta ton akan melampaui capaian tersebut. Dalam 18 tahun terakhir, stok CBP tanpa impor belum pernah mencapai 3 juta ton.

 

Per 7 November, stok beras pemerintah mencapai 3,923 juta ton, terdiri dari 3,743 juta ton CBP dan 180,1 ribu ton beras komersial. Sepanjang tahun, Bulog mengadakan 3,264 juta ton beras dalam negeri dan menyalurkan 1,031 juta ton CBP melalui program SPHP, bantuan pangan, penanggulangan bencana, serta alokasi beras untuk PNS.

 

Amran menegaskan stok dan produksi beras cukup kuat untuk menjaga stabilitas pangan. Ia menyebut harga beras mulai turun dalam dua bulan terakhir dan memastikan operasi pasar tetap berjalan hingga harga benar-benar stabil.

 

Satgas Pengendalian Harga Beras yang melibatkan Polri, Kemendag, Kementan, Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah telah melakukan lebih dari 5.000 kegiatan pengawasan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

 

Amran juga menegaskan tidak ada impor beras tahun ini dan yakin kondisi tersebut bertahan hingga akhir tahun. (*)

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.