Krisis Kemanusiaan Memburuk, PBB Catat Rekor Baru Perempuan Hidup di Zona Konflik

oleh -
Penulis: Berthan Alif Nugraha
Editor: Ardiansyah
Ilustrasi kondisi Jalur Gaza setelah berbulan-bulan digempur Israel. FOTO : ANTARA/Anadolu/py
Ilustrasi kondisi Jalur Gaza setelah berbulan-bulan digempur Israel. FOTO : ANTARA/Anadolu/py

BorneoFlash.com, HAMILTON (KANADA) – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa perempuan di berbagai belahan dunia kini menghadapi tren global yang semakin mengkhawatirkan, mulai dari kekerasan, konflik bersenjata, hingga pengucilan sosial yang sistematis.

 

Dalam pernyataannya di hadapan Dewan Keamanan PBB pada debat tahunan bertema Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan pada Senin (6/10), Guterres mengungkapkan bahwa jumlah perempuan yang tinggal di sekitar wilayah konflik mematikan kini mencapai rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

 

“Tahun lalu, terdapat sekitar 676 juta perempuan yang hidup dalam radius 50 kilometer dari area konflik mematikan dengan jumlah tertinggi dalam beberapa dekade,” ujarnya.

 

Guterres juga menyoroti peningkatan signifikan kekerasan seksual terhadap anak perempuan, yang meningkat hingga 35 persen berdasarkan kasus yang terdokumentasi. Di sejumlah wilayah, anak perempuan bahkan mencakup hampir separuh dari seluruh korban kekerasan seksual tersebut.

 

Ia menilai, meskipun ada kemajuan selama bertahun-tahun, pencapaian global terkait partisipasi perempuan dalam bidang perdamaian dan keamanan masih sangat rapuh dan mulai menunjukkan tanda kemunduran.

 

“Di Afghanistan, penghapusan sistematis terhadap perempuan dan anak perempuan dari ruang publik berlangsung begitu cepat. Mereka menghadapi pembatasan ketat terhadap akses pendidikan, pekerjaan, pelayanan kesehatan, dan keadilan, disertai peningkatan kekerasan seksual serta kematian ibu,” jelas Guterres.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.