Ia menambahkan, terminal bayangan membantu penumpang menghindari biaya tambahan, seperti transportasi online ke terminal resmi, serta mempermudah mobilitas mahasiswa dan masyarakat sekitar.
“Ke sini lebih praktis. Transportasi online bisa langsung masuk, sehingga penumpang bisa segera melanjutkan perjalanan. Banyak mahasiswa yang memilih naik bus dari sini karena lebih cepat dan efisien,”kata Iwan.
Iwan berharap adanya dialog antara pemerintah dan para sopir serta kru bus terkait rencana pemindahan aktivitas ke terminal resmi atau penerapan retribusi.
“Kalau bisa dilibatkan dalam diskusi, kami siap menyampaikan masukan,”tuturnya singkat.

Sementara itu, Adam (21), penumpang rute Samarinda–Balikpapan, menuturkan sudah lebih dari dua tahun memilih terminal bayangan sebagai titik keberangkatan.
“Di terminal resmi, penumpang biasanya harus menunggu lama dan bus masih ngetem menunggu penumpang lain. Di sini, kami bisa berangkat lebih cepat tanpa menunggu. Aksesnya juga lebih mudah,”ujar Azmi. (*)





