Lurah Satimpo, Maryono, membenarkan bahwa partisipasi di wilayahnya masih rendah. Ia menjelaskan, salah satu kendala utama adalah banyaknya sasaran yang tinggal di kompleks perumahan karyawan Badak LNG dan saat ini berada di luar kota.
“Kebanyakan yang belum terjangkau itu berada di wilayah Posyandu Nusa Indah 1, yang mencakup RT 1 sampai RT 18. Lokasinya ada di dalam perumahan perusahaan,” terang Maryono.
Untuk meningkatkan partisipasi, kelurahan telah melakukan berbagai upaya, termasuk metode jemput bola dan penggunaan kostum badut demi menarik perhatian anak-anak. Namun, Maryono menilai cakupan Posyandu Nusa Indah 1 sudah terlalu luas dan perlu dimekarkan.
“Kami akan usulkan pemekaran Posyandu ini. Tapi tentu perlu koordinasi antara Dinkes dan pihak perusahaan,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengingatkan bahwa kelurahan yang tidak mencapai target partisipasi akan dikenai sanksi berupa pemasangan bendera hitam sebagai bentuk peringatan.
“Kalau tidak capai target maksimal, siap-siap dipasang bendera hitam. Kegiatan ini harus dimaksimalkan agar kita bisa mengetahui jumlah anak berisiko stunting,” tegas Neni dalam pernyataan melalui Zoom, Senin (5/5/2025).
Operasi timbang serentak ini berlangsung selama lima hari, mulai Selasa (6/5/2025) hingga Sabtu (10/5/2025), dengan melibatkan 124 posyandu di seluruh wilayah Kota Bontang dan menyasar lebih dari 10 ribu balita. (*)







