Insiden ini sempat memicu ketegangan dalam audiensi sebelum akhirnya kondisi kembali terkendali.
Seusai pertemuan, Abdul Rohim menegaskan keprihatinannya terhadap kondisi para pekerja yang belum menerima hak mereka.
“Persoalan ini bukan hanya sekadar soal pembayaran gaji, tetapi juga berdampak pada aspek kehidupan mereka, seperti kesehatan, pendidikan anak, dan tempat tinggal,” ujar Rohim.
Ia menjelaskan bahwa aksi pelemparan kotak makanan tersebut merupakan ekspresi kekecewaannya terhadap pihak terkait, terutama PPK, yang dianggap kurang bertanggung jawab dalam menangani permasalahan ini.
“Masalah ini sudah berlarut-larut. Bagaimana mungkin nominal yang tidak terlalu besar ini bisa berimbas pada lebih dari 80 pekerja?” tegasnya.
Lebih lanjut, Rohim menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya, terlebih dalam kondisi di mana puluhan pekerja harus bertahan tanpa gaji selama berbulan-bulan.
“Kita harus membayangkan bagaimana mereka bertahan hidup bersama keluarganya. Ini adalah persoalan yang harus segera diselesaikan,” pungkasnya.






