Atasi Stunting, Pemkab Paser Berupaya Tingkatkan Kunjungan Balita ke Posyandu

oleh -
Editor: Ardiansyah
turut serta hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser, Amir Faisol, menargetkan pada Juni ini persentase kunjungan bisa melonjak hingga 90%. Intervensi ini terus di lakukan pada Kick Off Intervensi Pencegahan Stunting, Foto: BorneoFlash.com/Ist
turut serta hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser, Amir Faisol, menargetkan pada Juni ini persentase kunjungan bisa melonjak hingga 90%. Intervensi ini terus di lakukan pada Kick Off Intervensi Pencegahan Stunting, Foto: BorneoFlash.com/Ist

BorneoFlash.com, TANA PASER – Salah satu upaya mendeteksi gejala gizi buruk atau stunting pada anak adalah melalui pemeriksaan kesehatan rutin di Posyandu. 

 

Namun hingga saat ini, tidak lebih dari 56% balita di Kabupaten Paser secara rutin terdata aktif memeriksa kesehatan di pelayanan kesehatan yang tersedia di tingkat desa.

 

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser berupaya meningkatkan persentase kunjungan balita ke Posyandu.

 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser, Amir Faisol, menargetkan pada bulan Juni ini, persentase kunjungan bisa melonjak hingga 90%.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser, Amir Faisol, pada acara Kick Off Intervensi Pencegahan Stunting, Foto: BorneoFlash.com/Ist
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser, Amir Faisol, pada acara Kick Off Intervensi Pencegahan Stunting, Foto: BorneoFlash.com/Ist

“Melalui kegiatan intervensi serentak ini, diharapkan kunjungan balita minimal menjadi 90% di bulan Juni ini,” kata Amir Faisol saat kegiatan Kick Off Intervensi Pencegahan Stunting, Kamis (20/6/2024).

 

Amir menekankan bahwa seluruh kader Posyandu harus memiliki keterampilan menimbang dan menggunakan alat ukur antropometri berstandar serta mampu memberikan edukasi.

 

“Perlu dilakukan pendataan seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita di wilayah kerja masing-masing,” tambah Amir Faisol.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menggelar Kick Off Intervensi Pencegahan Stunting pada Kamis (20/6/2024) di Halaman Posyandu Rahmatillah, Jalan Batuah, Tanah Grogot. Upaya ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Paser dalam menurunkan angka stunting di daerah.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, Amri Yulihardi, menyebut intervensi pencegahan stunting ini dapat terus berjalan setiap tahunnya.

 

“Aksi serentak pencegahan stunting ini tidak hanya seremonial saja, tetapi perlu dilakukan melalui berbagai tahapan,” ujar Amri.

 

Tahapan tersebut meliputi sweeping pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi, dan intervensi bagi seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga :  Kualifikasi Piala Dunia 2026: Babak Pertama Timnas Indonesia Tertinggal 0-1 dari Filipina

 

Upaya masif pencegahan stunting di Kabupaten Paser ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan Kabupaten Paser yang bebas stunting.

 

Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Rahmatillah Tanah Grogot dan diikuti oleh pemangku kepentingan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah, kepala desa, dan perwakilan unsur dunia usaha.

 

Pada kegiatan itu juga digelar dialog secara virtual yang diikuti oleh Camat, Lurah, Kepala Desa, pengelola Puskesmas, dan Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Paser. (Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.