KPI Unit Balikpapan Beri Pelatihan Pemadaman Api dan Sosialisasi Masjaka

oleh -
Editor: Ardiansyah
PT KPI Unit Balikpapan berkolaborasi dengan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Baru Tengah dan Kelurahan Margasari, memberikan pelatihan pemahaman kesiapsiagaan sejak dini kepada masyarakat sekitar kilang. Foto: HO/KPI Unit Balikpapan
PT KPI Unit Balikpapan berkolaborasi dengan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Baru Tengah dan Kelurahan Margasari, memberikan pelatihan pemahaman kesiapsiagaan sejak dini kepada masyarakat sekitar kilang. Foto: HO/KPI Unit Balikpapan

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan bersama stakeholder terkait memberikan pelatihan pemahaman kesiapsiagaan sejak dini kepada masyarakat sekitar kilang.

 

Para guru dan murid di SMP 25 dan SD 004 Balikpapan Barat Kelurahan Baru Tengah dan Margasari mendapat pelatihan pemadaman api skala kecil dan sosialisasi Masyarakat Jaga Kilang (MASJAKA) selama dua hari, 12-13 Juni.

 

Pelatihan dan sosialisasi dilaksanakan di SMP Negeri 25 dan SD Negeri 004 Balikpapan. Acara digagas PT KPI Unit Balikpapan berkolaborasi dengan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Baru Tengah dan Kelurahan Margasari. Dalam kegiatan ini juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.

 

Sosialisasi diikuti 60 pelajar dan 62 tenaga pendidik. Selain itu, acara juga diikuti perwakilan dari Kelurahan Baru Tengah dan Margasari, Dinas Sosial, BPBD Kota Balikpapan, Koramil Balikpapan Barat, Polsek Balikpapan Barat, Babinsa, LPM serta KSB Kelurahan Baru Tengah dan Margasari.

 

Kegiatan hari pertama dibuka di SMP Negeri 25 Balikpapan Barat. Kepala Sekolah SMP Negeri 25 Balikpapan, Ida Susanti mengatakan penting sinergi dalam menjaga lingkungan sekitar. Apalagi keberadaaan SMP 25 masih baru.

 

“SMPN 25 ini masih awal dalam penanggulangan bencana. Kita bersama menjaga aset yang ada di Balikpapan Barat. Salah satunya SMP Negeri 25 Balikpapan. Pemerintah di Balikpapan Barat bersinergi bersama menjaga lingkungan dan masyarakat di sekitar Balikpapan Barat,” kata Ida Susanti.

 

Senada dengan Ida, Kepala Sekolah SD Negeri 004, Balikpapan Barat, Siti menuturkan bahwa pelatihan ini diadakan sebagai tindak pencegahan. Oleh karena itu, seluruh lapisan sekolah bisa lebih peka terhadap situasi darurat.

Baca Juga :  Pangdam VI/Mlw pimpin Laporan Korps Serah Terima Jabatan Kakumdam VI/Mulawarman

 

Ketua KSB Margasari, Abdal mengatakan pelatihan ini merupakan realisasi program TJSL dari Pertamina RU V Balikpapan. Pihaknya sudah menempel beberapa jalur-jalur evakuasi bagi adik-adik untuk evakuasi.

 

”Sekarang masih dari kertas, tetapi akan kami buatkan untuk sekolah ini. Nanti, jika ada kentongan yang dipukul dengan keras, adik-adik bisa menuju titik kumpul yang sudah disediakan melalui jalur-jalur evakuasi dengan tenang dan tidak terburu-buru,” katanya.

 

Kegiatan pelatihan ini menjadi wadah mitra binaan PT KPI RU V Balikpapan dalam mitigasi risiko bencana. Mitigasi dilakukan dengan memberikan total bantuan 12 kentongan sebagai alat peringatan dini, 3 life buoy (pelampung), 16 titik penunjuk jalur evakuasi dan 1 titik penunjuk master point.

 

Ketua KSB Baru Tengah, Imam Basuni menambahkan pemilihan lokasi kegiatan sangat tepat di SMP 25. Posisi SMP Negeri 25 ini di atas air, sehingga perlu sekali pelatihan penanganan bencana.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.