DLH Balikpapan Apresiasi Program Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pantai Damba Enggang Borneo

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
(ki-ka) Pengelola Pantai Damba Enggang Borneo dan Kepala UPTD Sampah Manggar Balikpapan, Muhammad Hariyanto, di Pantai Damba Enggang Borneo, pada hari Rabu (12/6/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
(ki-ka) Pengelola Pantai Damba Enggang Borneo dan Kepala UPTD Sampah Manggar Balikpapan, Muhammad Hariyanto, di Pantai Damba Enggang Borneo, pada hari Rabu (12/6/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, mengapresiasi program konservasi dan rehabilitasi terumbu karang serta fish apartment, di Pantai Damba Enggang Borneo.

 

Pasalnya program ini sangat membantu, dalam proses memelihara dan menjaga keanekaragaman hayati di perairan sekitar teluk Kota Balikpapan.

 

Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sampah Manggar Balikpapan, Muhammad Hariyanto, kepada awak media, di Pantai Damba Enggang Borneo, pada hari Rabu (12/6/2024).

 

Dia berharap program ini bisa dilaksanakan dengan baik dan berkelanjutan. Apalagi Balikpapan mempunyai daerah pesisir yang cukup luas, sehingga kondisi pesisir perlu juga dijaga dan diperhatikan. “Daerah pesisir perlu diperhatikan, tidak hanya memperhatikan lingkungan di daratan saja,” katanya.

 

Melalui program konservasi dan rehabilitasi ini, memiliki manfaat besar bagi warga setempat maupun lingkungan terutama dalam menjaga  keanekaragaman hayati. 

 

Meskipun, DLH Balikpapan tidak mempunyai kewenangan untuk mengelola laut yang berada di Balikpapan, disebabkan berdasarkan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, secara kewenangan mengelola laut dilimpahkan ke pemerintah provinsi.

 

Meskipun demikian hal tersebut tidak melemahkan semangat warga Balikpapan, dalam menjaga laut Balikpapan. “Bagaimanapun laut atau pesisir kita adalah cerminan dari Kota Balikpapan. Jadi harus kita jaga,” serunya.

 

DLH Kota Balikpapan juga tidak bisa mengharapkan sepenuhnya kepada teman-teman pemerintah provinsi, karena keterbatasan sumber daya manusia dan juga lokasi kantor yang berada di Samarinda, sehingga tidak bisa mengelola secara langsung laut di Kota Balikpapan. “Kita harus betul-betul menjaga kelestarian lingkungan termasuk laut dan pesisir,” sebutnya.

 

Sementara itu, Pengelola Pantai Damba Enggang Borneo, Ardan mengatakan warga Kota Balikpapan yang berada di daerah pesisir, sangat senang adanya program ini karena dapat membantu warga pesisir dalam mendapatkan ikan di laut, yang mana terumbu karang itu sebagai tempat berkembang biak ikan, bertelurnya ikan.

Baca Juga :  Launching ETLE Tahap 2 Akan Dilangsungkan 28 April Mendatang, 1 April Satlantas Polresta Balikpapan Akan Jalankan sistem Mobile ETLE

 

Oleh karenanya, program pertama kali di Balikpapan ini sangat membantu warga pesisir dalam mencari ikan. Konservasi dan rehabilitasi yang menggunakan media isolator keramik dan kaca yang berukuran 2×1 meter dengan ketinggian satu meter, berada sekitar 300 meter dari pinggir pantai, sebagai media isolator yang pertama. “Kita masih turunkan satu media, nantinya akan di turunkan lagi,” ucapnya. (Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.