Pentingnya Public Speaking bagi Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hetifah Gelar Bimbingan Teknis 

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir Hetifah Sjaifudian, MPP saat memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis Strategi Komunikasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Penguatan Public Speaking, yang berlangsung di Swiss Belhotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir Hetifah Sjaifudian, MPP saat memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis Strategi Komunikasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Penguatan Public Speaking, yang berlangsung di Swiss Belhotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Pentingnya komunikasi dan kemampuan public speaking bagi para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk memasarkan dan memberikan rasa percaya kepada calon para pengunjung atau peserta MICE atau orang lain yang ingin berkunjung ke Kota Balikpapan.

 

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir Hetifah Sjaifudian, MPP saat memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis Strategi Komunikasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Penguatan Public Speaking, yang berlangsung di Swiss Belhotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024).

 

Apalagi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN), tentunya ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kaltim, sehingga ini menjadi peluang bagi para pelaku usaha khususnya di bidang ekonomi kreatif.

 

Hetifah Sjaifudian mengatakan peluang tersebut  harus didukung dengan peningkatan kemampuan dari masing-masing para pelaku usaha ekonomi kreatif. 

 

“Peningkatan public speaking ini dalam konteks marketing bukan dalam arti melayani klien langsung, tapi juga mengkomunikasikan apa yang kita miliki dengan lebih efektif,” ucapnya.

 

Menguasai public speaking itu sangat penting sekali, karena komunikasi yang efektif itu bukan hanya untuk politisi tetapi juga untuk para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai garda depan dalam memasarkan kota. “Kepercayaan itu munculnya dari publik speaking,” ungkapnya.

 

Untuk di Kaltim, secara umum sebenarnya sudah bagus, tapi karena kondisi Kaltim saat ini mendunia sejak menjadi lokasi IKN, tentunya harus lebih meyakinkan lagi. “Kita punya banyak kesempatan dengan adanya pemindahan Ibu kota negara di Kaltim,” ujarnya.

 

Meskipun memang, ada hambatan yang sering dihadapi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif salah satunya penggunaan bahasa asing. “Nanti bisa pelaku usaha ataupun dinas bisa memfasilitasi dan bisa melanjutkan apabila ada kebutuhan lebih dalam dari pertemuan ini,” kata Hetifah.

Baca Juga :  Wali Kota Lantik 130 Pejabat Fungsional Kota Balikpapan

 

“Mudah-mudahan hari ini kita bisa mengasah diri kita, sehingga bisa muncul kepercayaan diri semakin tinggi, bisa menyampaikan ide dan gagasan yang bisa membuat kota kita semakin dikunjungi, terangnya.

 

Hetifah juga mengungkapkan berdasarkan laporan diterimanya, di tahun 2022 tingkat hunian hotel tertinggi di Indonesia adalah di Kaltim. Hal ini menunjukkan atensi terhadap Kaltim itu semakin tinggi dengan adanya IKN. “Kita juga harus bisa mengatur orang bukan hanya di Kota Balikpapan tetapi juga ke wilayah Kaltim,” jelasnya.

 

Bimbingan teknis ini menghadirkan narasumber dari Lucy Laksita sebagai trainer public speaking, yang akan menyampaikan pentingnya public speaking serta tips publik speaking bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif saat mengikuti Bimbingan Teknis Strategi Komunikasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Penguatan Public Speaking, yang berlangsung di Swiss Belhotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif saat mengikuti Bimbingan Teknis Strategi Komunikasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Penguatan Public Speaking, yang berlangsung di Swiss Belhotel Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Kegiatan ini bekerjasama dengan Direktorat Komunikasi Pemasaran Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan.

 

“Kami mengapresiasi kepada semua para peserta yang mengikuti bimbingan teknis ini. Semoga kegiatan ini semakin meningkatkan kemampuan dan pemahaman para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Balikpapan dan sekitarnya, dalam memasarkan destinasi wisata dan ekonomi kreatif melalui strategi public speaking yang menarik,” jelas Analis Kebijakan Ahli Muda, Emi Ermawati.

 

Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi dan sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dengan mitra kerja Komisi X DPR RI dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.