Pemkot dan STIE Balikpapan Gelar Seminar dan Workshop Karir, Berikan Pencerahan kepada Ratusan Mahasiswa 

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Kegiatan seminar dan workshop karir, di Auditorium STIE Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kegiatan seminar dan workshop karir, di Auditorium STIE Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Balikpapan menggelar kegiatan seminar dan workshop karir, di Auditorium STIE Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024).

 

Seminar yang menghadirkan ratusan mahasiswa mengangkat tema Inspirasi dan Langkah Praktis Membangun Bisnis dan Karir yang Sukses.

 

Pada kegiatan ini, Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni dan Ketua STIE Balikpapan Suhartono, bertindak sebagai keynote speaker. Yang menariknya, seminar ini menghadirkan enam narasumber yang berbeda dan membahas enam topik yang berbeda.

 

Dikesempatan itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni mengatakan, indikator persentase pengangguran Kota Balikpapan di angka 6,09 persentase, dari jumlah warga Balikpapan atau sebanyak 20 ribu warga yang belum mendapatkan pekerjaan. Data ini diperoleh dari BPS Kota Balikpapan.

 

Sebagai upaya untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dengan berkolaborasi dan sinergi bersama dunia usaha, media, perusahaan dengan membentuk Tim Koordinasi Speaking Vokasi (TKDV) dalam memperkuat vokasi di Kota Balikpapan.

 

“Dengan adanya TKDV menjadi langkah maju dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kompetensi di Balikpapan,” ujarnya.

 

Konsep vokasi ini diawali sejak tahun 2019 dengan dibentuknya Politeknik Balikpapan dan adanya perubahan yang harus diperkuat di dunia usaha.

 

Yang menjadi tantangan utama dalam dunia kerja yakni belum tercipta lapangan kerja antara pihak tenaga kerja dan perusahaan yang saat ini jumlahnya masih terbatas, sehingga menimbulkan kesenjangan yang berimbas dengan kualitas tenaga kerja.

 

Ditambah diera digitalisasi yang membuat perekonomian kian maju, sehingga diharapkan dapat bersaing dalam hal perubahan yang sangat cepat di dunia kerja, sosial dan lainnya.

Baca Juga :  DLH Kota Balikpapan, Apresiasi Pertamina RU V Menanam 1000 mangrove Dengan Model Demplot

 

Ketua STIE Balikpapan Suhartono menyampaikan bahwa seminar ini dilaksanakan dengan dasar melihat permasalahan di Kota Balikpapan dan Provinsi Kaltim pada umumnya, yakni masih banyak pengangguran.

 

Kondisi di Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan adanya proyek strategis di Kota Balikpapan yakni RDMP, sehingga akses terhadap tenaga kerja lokal sangat diperlukan.

 

“Bagaimana diharapkan dapat membawa implikasi yang berkualitas akan kebutuhan tenaga kerja. Perlu dilakukan kerja sama dan peningkatan kualitas dengan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, sehingga dapat sejalan dengan dinamis di dunia kerja,” jelasnya.

 

Di dalam proses pembelajaran sepenuhnya diharapkan juga tidak hanya bersumber dari dunia pendidikan. Namun, bisa berkolaborasi dalam penyediaan tenaga kerja yang akan menjadikan tenaga kerja andal, sehingga antara proses pembelajaran dan kebutuhan tenaga kerja bisa sejalan.

 

“Ini bisa bermanfaat dan menjadi momentum serta rasa percaya diri semakin bisa maju bersama mengatasi masalah kedepannya,” ungkapnya.

 

Diharapkan, peserta seminar dapat menambah wawasan dan transfer pengetahuan yang diperlukan dalam menuju dunia kerja, sehingga mempunyai kesempatan di dunia kerja.

Pemkot Balikpapan bersama dengan STIE Balikpapan menggelar kegiatan seminar dan workshop karir, di Auditorium STIE Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pemkot Balikpapan bersama dengan STIE Balikpapan menggelar kegiatan seminar dan workshop karir, di Auditorium STIE Balikpapan, pada hari Rabu (22/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Seminar diawali dengan topik pertama yang  mengangkat tips mudah diterima perusahaan impian yang disampaikan Adi Firdaus dari Ketua HR Forum Balikpapan.

 

Topik kedua adalah tips hadapi tren pasar dunia kerja 2025-2030, oleh Ani Mufaidah sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Balikpapan. Pentingnya perlindungan diri untuk Gen Z menjadi topik ketiga yang disampaikan Account Representative Khusus BPJS Ketenagakerjaan Kota Balikpapan.

 

Topik keempat adalah membangun karakter entrepreneur oleh Dio Ramadhan sebagai CEO of Mahamera Group Founder Goerich Group dan menjadi topik kelima, peran CSR dalam memberdayakan UMKM berbasis inklusi oleh Edward Manaor Siahaan sebagai Manager CSR and SMEPP Management, PT Kilang Pertamina International.

Baca Juga :  Ketua DPRD Balikpapan Saksikan Penyembelihan Hewan Kurban

 

Sebagai penutup, adalah topik keenam dari Dosen STIE Balikpapan dan Profesional di Bidang Publik Speaking, Dewi Nur Septyarini mengenai Growthacking diri dengan publik speaking. (Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.