Kota Balikpapan jadi Tempat DKT Pelaksanaan Diklat PIP oleh BPIP RI

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Kepala Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs K.H Yudian Wahyudi, M.A.,Ph.D, . Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs K.H Yudian Wahyudi, M.A.,Ph.D, . Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan menjadi tempat Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pelaksanaan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Segmentasi Aparatur Negara, Organisasi Sosial Politik dan Komponen Masyarakat Lainnya.

 

Diskusi dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs K.H Yudian Wahyudi, M.A.,Ph.D, di Astara Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (21/5/2024).

 

Yudian mengatakan tujuan utama pelaksanaan diskusi untuk mewujudkan penyelenggaraan Diklat PIP secara terencana, terarah, terukur, terstandar serta berkelanjutan bagi aparatur negara, Organisasi Sosial Politik dan Komponen Masyarakat Lainnya di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP mendapatkan apresiasi karena telah menyelenggarakan kegiatan ini. Diharapkan diskusi kelompok Terpumpun ini mendapatkan berbagai masukan konstruktif dari para narasumber, mengenai Pelaksanaan Diklat PIP Segmentasi Aparatur Negara, Organisasi Sosial Politik dan Komponen Masyarakat Lainnya.

 

“Semoga kita terus mempedomani Pancasila, sebagai bintang penuntun dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara,” harapnya.

 

Pembinaan ideologi Pancasila harus berjalan secara ajeg, berkesinambungan dan juga relevan. Dalam konteks pendidikan dan pelatihan, pembinaan ideologi Pancasila harus berjalan konsisten dengan terus melakukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan perkembangan kekinian. 

 

Tujuannya tidak lain agar internalisasi nilai-nilai Pancasila dapat diterima secara mudah dan menyenangkan, sehingga Pancasila tidak hanya dipahami secara kognitif-teoritis tetapi juga secara psikomotorik-praksis.

 

Narasumber dari diskusi ini yakni Wakil Ketua PWNU Provinsi Kalimantan Timur, H. Sularno, S.Sos.,M.H., Guru Besar Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Ir Hamdani, M.Cs; Akademisi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),  Dr. Ahmad Averus, S.STP.M.Si., Kepala Kesbangpol Provinsi Kaltim, Drs Sufian Agus, M.Si.

 

Baca Juga :  UMKM di Paser Produksi Tepung Mocaf Cegah Diabetes

Staf Ahli Bidang Sosial, Kesejahteraan dan Pengembangan SDM Setda Kota Balikpapan, Adamin Siregar saat menghadiri diskusi tersebut juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada para pengajar Diklat PIP Angkatan 1 Tahun 2024, atas dedikasi dan komitmennya dalam mencerdaskan bangsa dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pelaksanaan Diklat PIP Segmentasi Aparatur Negara, Organisasi Sosial Politik dan Komponen Masyarakat Lainnya, di Astara Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (21/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pelaksanaan Diklat PIP Segmentasi Aparatur Negara, Organisasi Sosial Politik dan Komponen Masyarakat Lainnya, di Astara Hotel Balikpapan, pada hari Selasa (21/5/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Sosialisasi terkait Pancasila harus terus digencarkan secara berkala, bukan hanya di sekolah untuk kalangan pelajar tetapi juga bagi masyarakat umum agar bisa hidup tidak mengedepankan ego masing-masing.

 

“Mari kita bangun kesadaran bahwa Pancasila merupakan instrumen penting perekat bangsa, yang selamanya akan mempersatukan kita semua dalam mengantarkan bangsa ini, dalam menghadapi berbagai tantangan dan untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.