Pintu Gerbang Serambi Nusantara

oleh -
Editor: Ardiansyah
Dermaga Kapal Kelotok di Penajam Paser Utara. Foto: HO/Diskominfo PPU
Dermaga Kapal Kelotok di Penajam Paser Utara. Foto: HO/Diskominfo PPU

BorneoFlash.com – Dalam setiap kesempatan jumpa dengan warga Penajam, saya selalu menyebut kadang dengan cara canda bahwa pintu gerbang Negeri Serambi Nusantara ini ada tiga. 

 

Pertama dari arah utara dan berbatasan dengan Kabupaten Paser, kedua pintu gerbang IKN dan yang paling strategis, karena pintu gerbang ini berada di kawasan pantai Penajam, yakni dermaga kelotok.

 

Pantai ini merupakan tempat yang paling tepat untuk menikmati pemandangan pantai, menyaksikan matahari terbenam menjelang magrib dan kota Balikpapan yang gemerlap pada malam hari. Sayangnya kawasan ini kumuh. 

 

Coba bayangkan sebentar jika pelabuhan kelotok dan speedboat ini didesain indah dengan ketinggian tertentu maka akan jadi view yang luar biasa indahnya pada malam hari.

 

Di dermaga Penajam inilah armada kelotok dan speedboat digunakan masyarakat untuk menyeberang dari Balikpapan ke Penajam atau sebaliknya. 

 

Walaupun kondisinya tidak manusiawi karena tidak memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan, masyarakat tidak punya pilihan jika ingin ke Balikpapan pasti menggunakan kapal kelotok atau speedboat.

 

Menurut saya fasilitas pelabuhan ini tidak manusiawi. Tingkat keselamatan dan kenyamanan rendah sekali. Itu sebabnya saya bangga Pemerintah Kabupaten PPU bertekad merevitalisasi. Saya rasa sangat tepat kalau sebagai Serambi Ibu Kota Nusantara, pelabuhan itu memperoleh perhatian dari pemerintah.

 

Data Dinas Perhubungan, jumlah armada kelotok dan speed boat yang beroperasi adalah 40 kapal kelotok dan 56 unit speedboat dengan jumlah penumpang lebih dari 36 ribu perbulan. Sedangkan penumpang speedboat bisa mencapai 100 ribuan karena beroperasi dalam 24 jam. Sedangkan klotok hanya sampai jam 6 sore.

 

Kedatangan dan keberangkatan setiap bulan lebih dari 36 ribu penumpang dengan keberangkatan dan kedatangan kelotok dan speedboat 6.000 kali. 

Baca Juga :  Layanan Karpet Merah di SPBU bagi Pengguna BBM Non Subsidi, Tidak Perlu Antre

 

Bahkan dalam satu tahun terakhir mengalami peningkatan hingga 42 persen. 

 

Saya belum bisa memastikan apakah peningkatannya akibat pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku atau karena sebab lain.

 

Ketika melakukan groundbreaking bersama, Sabtu 9 Maret 2024 lalu di pelabuhan itu yang ada di pikiran dan hati saya, pelabuhan ini harus berubah jadi ikon Penajam.

 

Saat ini kondisinya memang kurang memenuhi syarat dari aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat. 

 

Padahal Kabupaten Penajam Paser Utara adalah pintu gerbang utama atau Serambi Nusantara dari timur ke Ibu Kota Nusantara, tapi nanti akan jadi tempat baru yang akan digemari masyarakat.

 

Saya yakin seluruh masyarakat Penajam Paser Utara atau bahkan Kalimantan Timur atau masyarakat Kalimantan seluruhnya mendukung dan setuju dengan adanya pemindahan Ibu Kota Nusantara. 

 

Persepsi ini yang harus kita manfaatkan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan fasilitas sebagai sarana pendukung.

Makmur Marbun
Makmur Marbun, Foto: BorneoFlash/IST

Saya juga mengerti saat ini masyarakat sedang mempersiapkan diri menyongsong IKN sesuai pemahaman dan kewenangannya masing masing. Saya juga yakin ada sebagian masyarakat yang merasa akan tertinggal. Mereka menyadari jika harus berubah dengan adanya IKN, tapi justru tidak mengerti bagaimana caranya.

 

Yuk, masyarakat Penajam, awali tekad mengubah diri menyambut IKN dengan cara tersenyum. Tersenyum ini adalah moda keramahan menyambut siapapun yang datang ke Penajam.

 

Jakarta jadi maju akibat pesatnya pertumbuhan penduduk urban. Amerika jadi negara besar dan kuat karena pendatang.

 

Mari kita sambut siapa pun yang datang ke Penajam, ke IKN, karena mereka adalah pendorong berdirinya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan politik. (*/Adv)

Baca Juga :  Kaltim Jadi Tempat Pertemuan South-South Knowledge Exchange, Pj Gubernur Apresiasi The World Bank 

Oleh: Makmur Marbun

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.