DKK Balikpapan Gunakan Aplikasi DFO dari Kemenkes RI, Pantau Pasien Seluruh Fasyankes 

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menggunakan Aplikasi Data Fasyankes Online (DFO) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

 

DFO dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan RI, untuk meningkatkan kualitas data Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kesehatan, dengan tujuan utama adalah untuk menyediakan data fasyankes yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi.

 

Dari aplikasi ini dapat memantau pasien seluruh  Fasyankes Indonesia, seperti salah satunya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit, selama pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty mengatakan sistem pelaporan data saat ini sudah sangat baik. Dari Kementerian Kesehatan ada aplikasi DFO yang langsung diisi. “Jadi bisa langsung terlihat secara nasional, berapa yang sakit, berapa yang dirawat inap dan berapa yang meninggal,” terangnya.

 

Namun, aplikasi DFO ini hanya bisa memantau Dinas Kesehatan, karena aplikasi ini terdapat nama pasien yang diinput dari masing-masing Fasilitas Pelayanan Kesehatan, sehingga harus tertutup.

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.