Tom Lembong Ungkap Penyesalan: “Nyesel Yang Lumayan Besar Karena Saya Pernah Menjadi Bagian dari Pemerintah”

oleh -
Editor: Ardiansyah
Thomas Trikasih Lembong atau yang akrab disapa Tom Lembong. Foto: Detik/Tina S.
Thomas Trikasih Lembong atau yang akrab disapa Tom Lembong. Foto: Detik/Tina S.

Tom Lembong mengatakan pada 2013 terjadi puncak penjualan sepeda motor hingga tembus 7,9 juta unit terjual. Namun dari tahun ke tahun, angka itu mengalami penurunan, apalagi karena terbentur pandemi. Akan tetapi hingga saat ini penjualan motor hanya di kisaran 5 juta unit per tahun.

 

“Sepuluh tahun terakhir ini kelas menengah kita tidak berkembang. Minimum paling baik itu stagnan, tidak bertambah dan ada potensi cukup besar bahwa kelas menengah kita lalu menciut karena sekali lagi, bagi saya indikator yang paling tepat itu ya jumlah sepeda motor,” katanya.

 

Bentuk grafik yang sama juga terlihat dari pertumbuhan pembelian mobil dan barang elektronik, di mana jumlahnya terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Menurutnya, kondisi ini bisa terjadi karena ketimpangan.

 

“Sepuluh tahun terakhir ini, fokus kebijakan ekonomi adalah investasi. Sebagai seorang mantan Kepala BKPM, saya tahu banget, saya pernah jadi salesman republik ini untuk menarik investor, menarik investasi. Tapi, kebanyakan investasi itu masuk ke sektor-sektor yang padat modal, bukannya padat karya,” ucapnya.

 

Tom Lembong mengatakan aliran investasi berfokus ke industri seperti pertambangan hingga perkebunan. Akan tetapi, berdasarkan penilaiannya, hanya sekitar 20 persen masuk ke Indonesia dan bisa dinikmati masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya sudah waktunya pemerintah untuk turut mendorong perkembangan sektor jasa.

 

“Industri itu hanya 18 persen dari ekonomi kita. Nggak sampai seperlima. Sementara yang namanya sektor jasa itu kalau dijumlahin itu 52 persen dari ekonomi kita. Jadi, jasa pendidikan, jasa kesehatan, jasa keuangan, perbankan, jasa transportasi, angkutan, perhotelan, orang sering lupa bahwa sektor properti, real estate itu bagian dari sektor jasa, perumahan, perkantoran, bangunan, jasa konstruksi, itu semua sektor jasa. Jadi, sektor jasa itulah padat karya,” katanya.

Baca Juga :  Aksi Damai Bela Palestina di Monas Jakarta Dihadiri Artis hingga Tokoh Nasional

 

Sumber: Detik
https://www.detik.com/bali/bisnis/d-7187167/penyesalan-tom-lembong-pernah-jadi-bagian-dari-pemerintah

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.