BBC London Datang ke Kota Balikpapan Liput Pelaksanaan Vaksinasi DBD Masal

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Vaksinasi DBD di SDIT Al Auliya 2 Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara, pada hari Selasa (6/1/2024). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Vaksinasi DBD di SDIT Al Auliya 2 Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara, pada hari Selasa (6/1/2024). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN -Pelaksanaan vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) secara massal di Kota Balikpapan merupakan pertama di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Indonesia dan dunia.

 

Vaksinasi DBD secara masal pertama ini membuat Tim BBC London datang ke Kota Balikpapan hanya untuk meliput kegiatan ini secara langsung. 

 

Pelaksanaan vaksinasi DBD kali ini menyasar anak-anak SDIT Al Auliya 2 yang berlokasi di Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara, pada hari Selasa (6/1/2024).

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin saat mendampingi kedatangan Tim BBC London menyampaikan pelaksanaan vaksinasi DBD secara masal ini terdengar hingga dunia, sehingga tim dari BBC London datang ke Kota Balikpapan untuk meliput langsung kegiatan ini.

 

“Mereka mendengar berita di Balikpapan ini ada program vaksinasi masal DBD sebagai pilot project. Hanya di Kota Balikpapan yang melakukan vaksinasi secara masal. Ini pertama kali di Indonesia dan dunia,” ucapnya kepada media.

Tim BBC London meliput kegiatan Vaksinasi DBD di SDIT Al Auliya 2 Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara, pada hari Selasa (6/1/2024). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Tim BBC London meliput kegiatan Vaksinasi DBD di SDIT Al Auliya 2 Kelurahan Graha Indah Kecamatan Balikpapan Utara, pada hari Selasa (6/1/2024). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Kota Balikpapan mempunyai kasus DBD paling tinggi di Kaltim. Kasus DBD sekitar lebih dari 40 persen dari kasus yang ada di Provinsi Kaltim. Tahun 2023 kasus DBD di Kaltim sekitar 5.800 kasus dan Kota Balikpapan hampir 1.500 kasus dari  kasus Se Kaltim. Jadi sekitar 30 persen.

 

“Setiap tahun selalu meningkat dan kematian juga banyak di Balikpapan, sehingga diprioritaskan disini. Sasaran kita anak-anak, karena melihat tren kasus anak yang meninggal usia 5-14 tahun, maka kita lakukan pada anak-anak,” terangnya.

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.