Noor Thoha: Barang yang Tidak Boleh Dibawa Saat Pemungutan Suara 

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan, Noor Thoha. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan, Noor Thoha. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Saat masuk ke lingkaran Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, pemilih tidak boleh membawa atribut Partai Politik (Parpol), alat peraga kampanye dan ponsel.

 

Inilah yang disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan, Noor Thoha kepada media saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan sirekap, dalam pemilu 2024, di Gedung Parkir Klandasan Balikpapan, pada hari Rabu (31/1/2024).

 

Thoha mengatakan pemilih masih diperbolehkan membawa catatan kecil untuk memandu dirinya saat memilih. “Siapa yang mau dicoblos, boleh di bawa ke TPS. Begitu buka surat suara nanti nggak baru nyari, parpolnya apa nomornya berapa, coblos lipat selesai, sehingga mempercepat proses,” ujarnya.

 

Pasalnya, lima surat suara dengan 300 pemilih, tentunya menghabiskan waktu yang lama. Kalau satu orang terhitung lima menit saja, maka bisa menghabiskan banyak waktu.

 

Pihaknya akan menyiapkan tempat seperti halnya keranjang sebagai tempat untuk menyimpan ponsel ketika akan melakukan pemungutan suara. “Silahkan hp taruh disitu,” terangnya.

 

Hal itu untuk menghindari indikasi, pemilih saat melakukan pemungutan suara ketika mencoblos, di foto dan dilaporkan. “Jadi kayak gitu-gitu sudah nggak boleh. Nggak ada kampanye lagi. Yang ada pemungutan dan perhitungan suara,” terangnya.

 

Pemilu Tahun 2024 yang akan berlangsung pada tanggal 14 Februari 2024, seluruh masyarakat Indonesia memilih DPRD Kabupaten Kota, Provinsi, DPR RI, DPD dan Presiden RI. Tentunya, saat proses pencoblosan benar-benar menggunakan azas rahasia.

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.