Dewan Pengawas KPK Sanksi Terberat, Firli Bahuri Terbukti Melanggar Kode Etik dan Mundur

oleh -
Penulis: FAR
Editor: Ardiansyah
Dewan Pengawas KPK Sanksi Terberat, Firli Bahuri Terbukti Melanggar Kode Etik dan Mundur Foto:Tangkap layar KPK/Youtube
Dewan Pengawas KPK Sanksi Terberat, Firli Bahuri Terbukti Melanggar Kode Etik dan Mundur Foto:Tangkap layar KPK/Youtube

BorneoFlash.com, Nasional – Firli Bahuri melanggar kode etik, sehingga Dewan Pengawas KPK memberikan sanksi terberat berupa pengunduran diri dari KPK.

Dewas KPK mengambil putusan setelah menilai bahwa Firli Bahuri melakukan komunikasi dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang saat itu sedang berstatus tersangka di KPK.

Komunikasi tersebut melibatkan pertemuan langsung di rumah di Bekasi dan di GOR bulu tangkis di Jakarta Barat, serta melalui pesan singkat.

Dewas KPK mencatat bahwa Firli Bahuri memiliki kesempatan untuk menolak pertemuan atau tidak berkomunikasi dengan Syahrul Yasin Limpo, namun tidak mengambil langkah tersebut.

Sebanyak lima kali komunikasi melalui aplikasi WhatsApp terjadi antara Mei 2021 hingga Juni 2022, termasuk saat Syahrul Yasin Limpo sedang berada di luar negeri.

Pengaduan terkait dugaan korupsi di Kementan pada Oktober 2020 menjadi latar belakang kasus ini. Meskipun Firli Bahuri memberikan disposisi untuk melakukan penyelidikan terbuka, ia tetap bertemu dengan Syahrul Yasin Limpo pada Mei 2021, yang merupakan pelanggaran etik.

Selain itu, Firli Bahuri juga tidak jujur dalam mengisi LHKPN sejak menjabat sebagai pimpinan KPK pada 2019. Ia tidak melaporkan kepemilikan uang tunai hasil konversi valas senilai Rp 7,8 miliar dan menyewa rumah di Kertanegara Nomor 46.

Alex Tirta, bos Alexis dan Ketua Harian PBSI, menyewakan rumah tersebut kepada Firli dan Firli meminta Alex Tirta untuk memasang internet di sana.

Dewan Pengawas menyimpulkan bahwa Firli Bahuri secara sah melanggar etika dan perilaku. Sebagai sanksi berat, Dewan meminta Firli untuk mengajukan pengunduran diri sebagai pimpinan KPK.

Firli Bahuri sedang diselidiki Polda Metro Jaya atas dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo. Ia telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Jokowi.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.