Komisi III DPRD Balikpapan Bahas Enam Kajian dan Tiga Naskah Akademik

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Sabaruddin Panrecalle. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Sabaruddin Panrecalle. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle memimpin Rapat Kerja Komisi III DPRD Kota Balikpapan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan di Novotel Hotel Balikpapan, pada hari Rabu (8/11/2023).

 

Rapat kerja digelar dalam rangka inventarisasi kebutuhan kajian akademik, naskah akademik dan persiapan penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2024.

 

Komisi III DPRD Kota Balikpapan dengan mitra Komisi III dalam hal ini Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Balikpapan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda Litbang membahas enam kajian dan tiga naskah akademik. “Ini yang perlu kita rumuskan,” jelasnya kepada awak media.

 

Komisi III DPRD Kota Balikpapan bersama OPD berkolaborasi dalam membahas naskah akademik dengan melakukan kunjungan dengan berkonsultasi ke perguruan tinggi dan kementerian, yang mana perguruan tinggi sudah ditunjuk bersama yang dianggap secara akuntabilitas bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. 

 

Komisi III menggunakan universitas gadjah mada dan universitas brawijaya, tergantung pada mitra OPD masing-masing menggunakan kampus mana, universitas mana,” ucapnya.

 

Naskah akademik merupakan inisiatif dari DPRD Kota Balikpapan dengan mitra OPD yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Pemukiman dan Dinas Perhubungan, salah satunya sampah pesisir, limbah beracun. 

 

“Dari tiga naskah akademik belum kita kerucutkan yang mana finalisasinya. Semua urgensi,” ujarnya.

 

Seperti halnya sampah, Sabaruddin mengatakan sampah merupakan tantangan bagi Kota Balikpapan karena sesuai dari motto Kota Balikpapan bersih, indah, aman dan nyaman, Kota Balikpapan nyaman dihuni dan Kota Balikpapan meraih penghargaan adipura berkali-kali. 

 

“Kita bisa menyaksikan sampah-sampah itu masih banyak di daerah-daerah terutama sampah di pesisir pantai,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Balikpapan Minta Bantuan Fasilitas Kepada Pemkot Balikpapan

 

Begitu juga persoalan limbah masih banyak ditemukan, walaupun tidak termonitor dengan baik, sehingga limbah ini menjadi momok bersama. “Ini mencuat yang disampaikan DLH, banyak sampah yang mencuat sampah limbah. Ini menjadi momok kita bersama,” pungkasnya.

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.