Parlindungan: Wacana Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib, Ini Kurang Tepat

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Parlindungan Sihotang. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Parlindungan Sihotang. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Adanya wacana di awal tahun 2024 Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Inggris menjadi pelajaran wajib mulai tingkat Sekolah Dasar (SD).

 

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang mengatakan bahwa wacana ini kurang tepat. “Bagaimanapun kita punya bahasa nasional, kapan lagi kita membanggakan negara kita, kapan lagi kita bangga sebagai warga negara kalau kita tidak pakai bahasa kita sendiri,” jelasnya kepada BorneoFlash.com, pada hari Jumat (29/9/2023).

 

Parlindungan mengungkapkan wacana ini dianggap berlebihan sekali tetapi kalau ini sebagai Mapel tambahan tidak masalah. 

 

“Kalau ini dijadikan acuan sebagai pengantar pelajaran di sekolah dimulai dari tingkat SD,  saya anggap ini berlebihan. Bagaimanapun kita mempunyai bahasa ibu sendiri yaitu bahasa Indonesia, bangsa kita bahasa Indonesia,” terangnya.

 

Justru orang asing yang masuk ke Indonesia wajib bisa bahasa Indonesia, sama halnya kalau ke luar negeri. “Apakah boleh kita berbahasa Indonesia di luar negeri, nggak. Kita harus berbahasa inggris. Mereka sebaliknya juga kalau kesini belajar bahasa kita. Kita harus ada kebanggaan,” paparnya.

 

Parlindungan mencontohkan di negara perancis dan jepang harus menggunakan bahasa negaranya. “Kalau kita kesana mau kah mereka menjawab dengan bahasa inggris. Nggak mau. Mereka harus berbicara bahasa Jepang dan Perancis. Harus kita tumbuhkan seperti itu. Ini menurut saya ya,” ungkapnya.

 

Menurutnya, masyarakat Indonesia saja menggunakan bahasa Indonesia saja masih bercampur-campur.

 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.