Jelang Hari Raya Idul Adha DP3 Kota Balikpapan Lakukan Cek Kesehatan Hewan Qurban

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan, Ir Sri Wahjuningsih Foto: Niken/BorneoFlash.com
Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan, Ir Sri Wahjuningsih Foto: Niken/BorneoFlash.com

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijiriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan memastikan hewan sapi dan kambing dalam keadaan sehat.

“Untuk persiapan (Hari Raya Idul Adha) sendiri kami sudah membentuk tim untuk melakukan cek kesehatan hewan kurban baik itu yang ada di peternak kami, maupun hewan-hewan yang akan didatangi oleh para pedagang,” jelas Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan, Ir Sri Wahjuningsih, kepada awak media di Balai Kota, Kamis (1/6/2023).

Sri mengatakan, DP3 Kota Balikpapan menjelang Hari Raya Qurban mendata dan mempersiapkan sapi-sapi di peternak, melakukan pengawasan terhadap penjualan hewan qurban di penjual.

“Populasi yang ada sekarang untuk di peternak kami ada sekitar 1.740 ekor, kemudian yang jantan untuk siap potong itu sekitar 1.400 ekor. Nah biasanya jumlah pemotongan hewan qurban untuk tahun-tahun lalu, untuk ternak sapi itu sebanyak 2.803 ekor sapi dan untuk kambingnya 862 ekor kambing mengacu kepada kebutuhan yang lalu,” ungkapnya.

Untuk selebihnya biasanya dari pedagang-pedagang yang dari luar. Tapi selama ini peternak sapi maupun kambing yang ada di Kota Balikpapan itu setiap pelaksanaan Hari Raya Idul Adha hewan qurban itu semua habis.

Terdapat pengawasan hewan qurban di penjual dan juga pengawasan dilakukan saat menjelang pemotongan dan setelah pemotongan hewan qurban.

“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi penjualan ternak yg sudah memperoleh ijin. Nah, nanti kalau misalnya itu sudah dicek sehat, biasanya kami menertibkan dengan menempelkan stiker tuh di sapi-sapi maupun kambing. Ternak yg sehat akan mendapat stiker sehat dengan retribusi Rp 10 ribu/ekor,” paparnya.

Untuk tim pemeriksaan sebelum dan sesudah hewan dipotong melibatkan seluruh petugas DP3 Kota Balikpapan.Hewan sapi dan kambing yang ada di Kota Balikpapan, sudah melalui perizinan dari Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dalam rangka untuk mengantisipasi kasus sapi yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku.

Baca Juga :  Gangguan Jaringan Internet, Ratusan Peserta Tes SKD di Kubar Tunggu Hingga Malam Hari

“Dinas Peternakan provinsi itu tidak memberikan izin untuk kedatangan sapi-sapi dari Jawa. Jadi yang didatangkan dari Bali, NTT. Itulah yang diberi vaksin,” ucap Mantan Kepala BKPSDM Balikpapan.

Sapi-sapi lokal di Balikpapan sudah disuntik vaksin dan yang datang juga berasal dari zona hijau. Sudah lama tidak menerima sapi luar kecuali Bali dan NTT. Yang dikhawatirkan kalau sapi dan kambing  melewati Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun, informasi yang didapat dari Provinsi ada petugas yang ditugaskan di wilayah tersebut.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.