BPJS Kesehatan Lakukan Spot Check Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Calon IKN Baru

oleh -
Editor: Ardiansyah
BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan melakukan spot check ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan khususnya di Puskesmas Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (6/3/2023). Foto: HO.
BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan melakukan spot check ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan khususnya di Puskesmas Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (6/3/2023). Foto: HO.

BorneoFlash.com, PENAJAM PASER UTARA – Untuk memastikan layanan program Jaminan Kesehatan Sosial (JKN) di fasilitas kesehatan berjalan dengan baik dan optimal, BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan melakukan spot check ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan khususnya di Puskesmas Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (6/3/2023).

 

Sejak Kabupaten PPU ditetapkan sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN) baru, daerah ini seolah menjadi magnet sehingga banyak pendatang dari berbagai daerah yang masuk ke daerah Penajam. 

Seiring dengan bertambahnya pendatang yang semakin pesat ke daerah calon Ibu Kota Negara ini, maka kesiapan fasilitas kesehatan merupakan hal yang esensial serta menjadi prioritas utama. 

Untuk itu, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN serta fasilitas kesehatan khususnya FKTP di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen untuk siap melayani dan memberikan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN dan masyarakat.

 

Saat ini terdapat 23 FKTP di wilayah kerja Kabupaten PPU, namun Puskesmas Penajam memegang rekor dengan jumlah peserta terdaftar terbanyak yaitu sebesar 31.517 jiwa. Atas dasar tersebut, BPJS Kesehatan melakukan kegiatan spot check ke Puskesmas Penajam untuk memastikan terimplementasinya kemudahan akses layanan seperti melalui antrean online.

 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Sarman Pali’Padang menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan bagi peserta JKN. Jika ada fasilitas-fasilitas yang belum memadai tentunya harus dilakukan perbaikan, agar peningkatan mutu layanan dapat dirasakan oleh seluruh Peserta JKN.

 

“Ada beberapa fasilitas yang sekiranya belum memadai untuk menunjang pemberian pelayanan kesehatan kepada peserta. Seperti untuk nomor antrean yang masih dilakukan secara manual, namun kami sudah berkoordinasi dengan pihak puskesmas agar hal ini dapat dilakukan perbaikan sehingga masyarakat maupun Peserta JKN dapat merasakan kemudahan dan kepastian layanan,” ujar Sarman.

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.