PHKT Dukung Kemandirian Pangan Desa Sebakung Jaya Melalui Program Gerbang Insan Mapan

oleh -
Editor: Ardiansyah
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS) dukung integrated farming melalui program Gerbang Insan Mapan, di Desa Sebakung Jaya, Penajam Paser Utara. Foto: HO/PHKT.
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS) dukung integrated farming melalui program Gerbang Insan Mapan, di Desa Sebakung Jaya, Penajam Paser Utara. Foto: HO/PHKT.

BorneoFlash.com, PENAJAM PASER UTARA – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT)Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS) terus mendukung tercapainya kemandirian pangan dengan mengembangkan mina padi, integrated farming melalui program Gerbang Insan Mapan (Gerakan Pembangunan Integrasi Perikanan dan Pertanian Menuju Kemandirian Pangan) di Desa Sebakung Jaya, Penajam Paser Utara. 

Program ini telah dimulai sebagai program CSR unggulan sejak tahun 2020 lalu.Beberapa inovasi teknologi yang diterapkan untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat, antara lain (1) Roaster Maggot berupa modifikasi mesin roaster dengan teknologi insulation dan otomatisasi untuk efisiensi energi; (2) Micro Bubble Teknologi berupa generator yang mendukung proses budidaya ikan air tawar untuk meningkatkan kadar oksigen dalam kolam; (3) Mina Padi berupa optimalisasi lahan untuk meningkatkan pendapatan dengan budidaya ikan dan padi; dan (4) Pelet Ikan yaitu pembuatan pelet dari pemanfaatan dedak/bekatul padi sisa panen yang dicampur dengan tepung maggot dan tepung jagung. 

Ketua Pokdakan Biawang, Bintang, menceritakan kondisi sebelum PHKT memperkenalkan program Gerbang Insan Mapan, petani kurang berkembang dan kurang produktif dikarenakan lahan di Desa Sebakung Jaya sangat luas namun tidak memiliki saluran irigasi dan kondisi tanah kurang baik, tidak subur, dan harga pupuk dan pangan ikan yang sangat tinggi. 

PHKT telah membuka pikiran dan wawasan, dengan visi dan tujuan yang sama, dan memberikan berbagai pelatihan, antara lain pembuatan pestisida, pupuk organik, dan pembuatan pakan ikan dari maggot. Kami juga dikenalkan dengan Micro Bubble Generator (MBG), yang mampu mempengaruhi pertumbuhan ikan 2 kali lebih cepat dan produktivitasnya meningkat”, ungkap Bintang melalui press release, Kamis (8/12/2022).

Salah satu program yang telah berjalan dalam mendukung inovasi no 4 (Pelet Ikan), yaitu program BULATIH (Budidaya Lalat Hitam), yang memanfaatkan sampah organik untuk dijadikan bahan makan maggot. 

Baca Juga :  Seluruh ASN Kemenkumham Ikuti Sosialisasi Netralitas ASN di Pemilu 2024 dari KPU Kaltim

Maggot memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga baik untuk diberikan sebagai pakan ternak dan ikan. Pemanfaatan maggot dijadikan bahan untuk pembuatan pelet dengan mengeringkan maggot menggunakan alat otomatis roaster yang diberikan PHKT yang dimodifikasi dengan sistem insulation yang mengurangi pelepasan panas pada alat pemanas.

Mengingat tingginya harga pelet ikan, replikasi program tersebut dapat meringankan nelayan dengan menghemat 30% biaya pakan protein ikan. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.