DPRD Balikpapan Gelar Rapat Paripurna ke 25, Bahas Nota Penjelasan Wali Kota dan Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi 

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan secara virtual di Ruang Rapat Gabungan DPRD Balikpapan, pada hari Senin (14/11/2022). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan secara virtual di Ruang Rapat Gabungan DPRD Balikpapan, pada hari Senin (14/11/2022). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Terkait pemandangan umum fraksi, Budiono menuturkan jika beberapa fraksi sudah menyampaikan jika sembako di Kota Balikpapan 99,56 persen ketergantungan dengan daerah lain.

“Ada yang mendorong agar kita khususnya wilayah di Balikpapan Timur kita bisa optimalkan untuk pertanian, kita bisa memproduksi sayur sendiri,” terangnya.

Memang petani tidak mempunyai lahan tetapi pemerintah bisa memfasilitasi termasuk  pembinaan, pupuknya. Begitu juga unggas, ini salah satu masukan dari fraksi DPRD Balikpapan.

“Ketahanan pangan kita yang tergantung dari daerah luar, saya pikir harus buat Perda agar jaminan ketersediaan harga tidak naik turun, untuk masyarakat Balikpapan,” jelasnya.

Budiono mencontohkan seperti provinsi DKI Jakarta yang tidak mempunyai lahan untuk bertani. Namun, pemerintah bekerjasama ketahanan pangan dengan daerah luar, sehingga satu kawasan mulai dari menanam, memanen sudah di kontrak oleh Perusda DKI Jakarta tersebut.

“Saya tertarik itu saat berada di DPRD DKI. Ini bagus kita contoh. Kita bisa membentuk kerjasama dengan daerah luar. Nanti Perda itu yang mengatur dan nanti kita arahkan pemerintah kota,” pungkasnya.

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.