Kasus Covid-19 di Balikpapan Meningkat Akibat Varian Omicron dan Delta 

oleh -
Kepala DKK dr Andi Sri Juliarty. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Kepala DKK dr Andi Sri Juliarty. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Kasus Covid-19 di Kota Balikpapan pada tanggal 16/2/2022 mencapai di angka 453 kasus. Hal ini dikarenakan virus covid-19 varian omicron sudah ditemukan di Balikpapan termasuk varian delta. 

“Di Balikpapan sudah ada jenis varian Omicron. Namun masih ada juga ditemukan jenis (varian) Delta. Sehingga saat ini virus yang menyebar campuran ada varian Omicron dan ada varian Delta,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty kepada awak media, Kamis (17/2/2022). 

Hal itu berdasarkan hasil test Laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) yang sudah keluar dari Puslitabangkes dan hasil test S- gen Target Failure (SGTF) dari Labkesda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kami sangat memohon masyarakat kembali tetap berada di rumah saja, perketat Protokol Kesehatan (Prokes) dan menggunakan masker dua lapis,” ucapnya. 

Tercatat, terdapat tiga orang yang positif Covid-19 meninggal dunia pada hari Rabu (16/2/2022) masing-masing satu orang di Rumah Sakit dr Kanujoso Djatiwibowo (RSUD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman dan Rumah Sakit Pertamina. “Ketiganya lansia, memiliki penyakit komorbid dan mereka semua belum di vaksin,” terangnya. 

Selain itu juga, tenaga kesehatan (nakes) Balikpapan sudah mulai terpapar Covid-19. Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran yang telah dikeluarkan pemerintah. “Saat ini lebih dari 70 nakes sudah positif,” serunya. 

Total cakupan vaksinasi covid-19 di Kota Balikpapan pada Kamis 17 Februari 2022 hingga pukul 10.00 Wita untuk dosis satu mencapai 114,94 persen, dosis kedua 101,81 persen, dosis ketiga 7,93 persen. 

Vaksinasi lansia, dosis satu 79,24 persen, dosis kedua 73,31 persen, dosis ketiga 18,74 persen. Vaksinasi pelayanan publik untuk dosis satu 143,13 persen, dosis kedua 132,06  persen, dosis ketiga 6,49 persen. Vaksinasi remaja untuk dosis satu 104,36 persen, dosis kedua 97,36 persen.

“Kami menghimbau semua masyarakat terutama lansia agar segera divaksin,” serunya. 

Selanjutnya, masyarakat rentan dan umum, dosis satu 80,98 persen, dosis kedua 69,87 persen, dosis ketiga 6,53 persen. Vaksinasi tenaga kesehatan untuk dosis pertama 157,39 persen, dosis kedua 154,16 persen dan dosis ketiga 127,35 persen. 

Vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun dosis pertama 98,14 persen dan dosis kedua 78,72 persen.

(BorneoFlash.com/Niken)

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.