Penambahan Jaringan Listrik Mahulu Jadi Temuan BPK, Pengembalian Dana Disaksikan Kejari Kubar

oleh -
Proses penyerahan pembayaran jaminan uang muka tahap terakhir yang dilakukan oleh pihak asuransi Bosowa kepada PPK Dinas PUPR Mahulu yang kemudian disetorkan ke kas daerah dan disaksikan langsung oleh Kepala Inspektorat Mahulu serta Kepala Kejari Kubar. Foto : BorneoFlash.com/Lilis Suryani.
Proses penyerahan pembayaran jaminan uang muka tahap terakhir yang dilakukan oleh pihak asuransi Bosowa kepada PPK Dinas PUPR Mahulu yang kemudian disetorkan ke kas daerah dan disaksikan langsung oleh Kepala Inspektorat Mahulu serta Kepala Kejari Kubar. Foto : BorneoFlash.com/Lilis Suryani.

BorneoFlash.com, SENDAWAR – Kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Jaringan Listrik di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) pada tahun 2019 lalu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI). 

Dimana dalam dua kegiatan yang terjadi di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahulu dan nilainya mencapai miliaran rupiah tersebut tidak sepenuhnya diselesaikan. 

Serta didalamnya terdapat jaminan uang muka yang belum dimintakan kepada rekanan sehingga tidak bisa disetorkan ke Kas Daerah.

“Waktu itu kegiatan tidak sepenuhnya selesai dan putus kontrak dan jaminan uang muka pun belum dibayarkan. 

Oleh karenanya, saran dari BPK RI adalah jaminan uang muka tersebut bisa segera disetorkan kepada Kas Daerah,” kata Kepala Inspektorat Kabupaten Mahulu, Budi Gunarjo Ompusunggu saat press release di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar pada Selasa (12/10/2021). 

Dijelaskannya, karena pekerjaan yang tidak selesai oleh PT  Pesona Prima Gemilang dan CV Tepian Sarana Elektrik serta putus kontrak. 

Maka jaminan uang muka tersebut kemudian dimintakan kepada rekanan yakni asuransi Bosowa Cabang Samarinda

Dimana dalam klaim jaminan uang muka ini, bekerja sama dengan pihak Kejari Kubar agar bisa disetorkan ke kas daerah.

“Jadi nilai jaminan uang muka tersebut sebanyak Rp 1.778.288.305,35 miliar. Ini sudah dibayarkan oleh pihak asuransi melalui beberapa tahap sejak 27 Agustus 2021 kemarin yang terkumpul Rp 1.126.000.000 miliar. 

Dan hari ini tahap terakhir atau ke delapan (8) untuk pembayaran kekurangannya sebesar Rp 652.288.305,35 juta,” terangnya. 

Ditambahkan oleh Kepala Kejari Kubar, Bayu Pramesti yang menyaksikan langsung pembayaran tahap terakhir jaminan uang muka tersebut. 

Dikatakan bahwa dengan tahap terakhir pembayaran jaminan uang muka ini maka permasalahan yang menjadi temuan BPK RI tersebut sudah selesai. 

Sehingga dana yang sudah terkumpul seluruhnya ini kemudian langsung dimasukkan ke dalam kas daerah. 

“Ini bukan kasus pidana tetapi perdata dan dalam penyelesaiannya juga tidak menggunakan upaya paksa. 

Seluruh pihak sudah diperiksa dan penyelesaiannya adalah pihak rekanan wajib membayarkan klaim jaminan uang muka tersebut. 

Oleh karena seluruh uang negara yang menjadi temuan BPK RI ini sudah dibayarkan dan disetorkan ke kas daerah maka permasalahan temuan ini sudah selesai,” tandasnya. 

Untuk diketahui, dua kegiatan tersebut dilakukan di Kabupaten Mahulu tepatnya di Kampung Mamahak Besar. 

Dimana nilai kontrak untuk PT. Pesona Prima Gemilang ini sebesar Rp 6.626.470.146,67 miliar sedangkan untuk nilai kontrak CV Tepian Sarana Elektrik sebesar Rp 1.294.269.361,00 miliar. Serta kegiatan tersebut tidak selesai sepenuhnya dan sudah putus kontrak.

(BorneoFlash.com/Lilis)

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.