DLH: Selama Pandemi Covid-19, Terjadi Peningkatan Volume Sampah di TPA Manggar

oleh -
Nursyamsiarni D. Larose, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.
Nursyamsiarni D. Larose, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menyebut terjadi kenaikan volume sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, selama masa pandemi Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Nursyamsiarni D. Larose menuturkan, kalau bicara sampah secara umum memang terjadi kenaikkan timbunan sampah yang akhirnya masuk ke TPA Manggar.

Dimana lanjut dia katakan untuk, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Manggar setiap harinya sekitar 350 hingga 400 ton, sehingga para petugas di lapangan juga memerlukan tambahan personel maupun alat dan prasarana penunjang. 

“Ini bisa terjadi karena terkait dengan prokes kita jadinya hati-hati, berbelanja dengan kemasan. Terjadi kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan, adanya peningkatan pemesanan makanan atau pembelian secara online.

Dari sisi kemasan juga banyak membutuhkan plastik dan lain-lain, konsumsi makanan lebih banyak buah-buahan,” ujarnya, Kamis (30/9/2021).

Dia menerangkan, kenaikan volume sampah itu karena dari sikap waspada masyarakat yang lebih berhati-hati ketika berbelanja. 

Lebih banyak membeli makanan dengan kemasan, dengan alasan lebih mengedepankan protokol kesehatan.

“Otomatis sampah yang masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS) dan TPA mengalami peningkatan, itulah timbunan sampahnya jadi meningkat,” bebernya.

Meski demikian, dia jelaskan, meski mengalami kenaikan, ia bersyukur selama ini masih banyak kesadaran masyarakat maupun stakeholder yang turut membantu untuk menyediakan fasilitas tempat sampah atau TPS di lingkungan masing-masing.

“Dengan adanya upaya kesadaran dari masyarakat dalam hal ini didukung langsung garda depannya kita (stakeholder) dan didukung masyarakat sendiri,” ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan, kesadaran disiplin masyarakat juga dibutuhkan dalam pengelolaan sampah dan masih berjalan lancar.

Yakni  dengan tidak membuang sampah sembarangan dan membuang sampah ke TPS pada waktu yang telah ditentukkan yakni pukul 18.00 – 06.00 Wita.

Ditambah lagi peraturan daerah (perda) yang sebentar lagi disahkan, yaitu tentang revisi Perda nomor 13 tahun 2015 tentang sampah rumah tangga itu akan mengatur dan mempertegas sanksi administrasi hingga sanksi denda mengenai sampah yang boleh dan tidak boleh masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

(BorneoFlash.com/Eko)

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.