Pemkot Kembali Lakukan Penertiban PKL Yang Berjualan dI Fasum dan Fasos Pasar Pandansari

oleh -
Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Balikpapan Arzaedi Rachman. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.
Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Balikpapan Arzaedi Rachman. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Penertiban sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di luar Gedung Pasar Pandansari kembali dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan Kamis (15/7/2021).

Dalam penertiban PKL tersebut nampak melibatkan petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) kota Balikpapan, BPBD Kota Balikpapan serta unsur TNI/Polri.

Ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Balikpapan Arzaedi Rachman, bahwa penertiban yang dilakukan tersebut

bukan dilakukan oleh Disdag, melainkan atas nama Pemkot Balikpapan.

Penertiban yang dilakukan ini juga mengacu pada hasil kesepakatan bahwa tidak ada lagi PKL yang berdagang di Fasilitas Umum (fasum) dan juga Fasilitas Sosial (fasos).

 “Dalam kesepakatan tersebut, semua pedagang harus masuk kedalam area pasar Pandansari,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia juga menambahkan, pihaknya juga sudah mendata seluruh pedagang yang ingin masuk kedalam area pasar beberapa minggu lalu.

Hal itu dilakukan untuk melihat dagangan apa yang dijual oleh pedagang, sehingga Disdag mudah untuk mengatur lapak pedagang.

Oleh karena itu,  pihaknya sudah menyiapkan titik-titik petak di dalam area pasar bagi pedagang yang diluar, dengan ukuran 1.5 meter x 1.5 meter, akan tetapi menurutnya ukuran tersebut masih terlalu besar untuk pedagang Ayam, Tempe dan Kecambah.

“Tadi saya minta kepada pedagang, untuk 2 kotak lapak harus ditempati bagi pedagang Ayam, Tempe dan Kecambah, jadi bisa dijadikan untuk tiga pedagang. Jadi mereka hanya 1 meter saja, karena petak yang sudah ditandai jumlahnya terbatas, hanya 242 petak, sementara jumlah pedagang yang berada diluar jumlahnya sekitar 297 pedagang,” tambahnya.

Oleh karena nya kedepan. Untuk kekurangan petak di dalam area pasar sebanyak 55 petak yang harus diakomodir.

Arzaedi menuturkan, penempatan pedagang pada petak yang disediakan sifatnya hanya sementara, karena tidak mungkin pemkot membiarkan pedagang berjualan ditempat yang kurang layak.

“Apalagi, kedepan Disdag akan melakukan peremajaan pasar Pandansari agar menjadi pasar modern dan lebih baik lagi, mengingat kedepan akan timbul daya saing bagi pedagang. Saya sudah mempunyai konsep untuk pembangunan pasar Pandansari agar lebih modern, sehingga pasar Pandansari tidak kalah untuk bersaing dengan pasar modern kedepannya,” pungkasnya. 

(BorneoFlash.com/Eko)

banner 600x120

No More Posts Available.

No more pages to load.