Terkait Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud, Tak Pengaruhi Aktivitas Kerja di Universitas Balikpapan

oleh -
Uniba Menggelar Rapat Program Kerja dan Peringatan Hari Pendidikan Nasional Universitas Balikpapan pada Senin (3/5/2021) kemarin. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.
Uniba Menggelar Rapat Program Kerja dan Peringatan Hari Pendidikan Nasional Universitas Balikpapan pada Senin (3/5/2021) kemarin. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan dilebur menjadi satu dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Keputusan tersebut diambil saat Rapat Paripurna DPR pada Jumat (9/4/2021) lalu.

Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa Kemenristek dan Kemendikbud akan dilebur menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).

Peleburan dan pembentukan kementerian baru itu sesuai dengan hasil keputusan Badan Musyawarah (Bamus) yang membahas surat dari Presiden Joko Widodo mengenai pertimbangan pengubahan kementerian

Menanggapi hal tersebut Rektor Universitas Kota Balikpapan (Uniba) Isradi Zainal mengatakan, dengan digabungkannya Kemenristek dengan Kemendikbud sampai saat ini tidak begitu berpengaruh pada aktivitas yang ada di Uniba.

“Jika sebelumnya dalam pelaporan itu terjadi pembagian laporan kepada Kemenristek dan Kemendikbud. Maka nanti hanya terpusat pada satu saja, itu sangat baik, dan memang lebih baik jika menyatu,” ujarnya Senin (3/5/2021) lalu.

Menurutnya, dengan disatukannya Kemenristek dengan Kemendikbud, merupakan suatu langkah yang luar biasa.

Terlepas hal ini dia terangkan, untuk Uniba sendiri, dalam sistem pengajaran pada bulan 7 mendatang pihaknya berencana akan melakukan pengajaran dengan sistem online dan hybrid.

Dimana untuk untuk hybrid ini sendiri yakni, merupakan pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka untuk beberapa jam.

Ia menjelaskan, jadi online dan offline, jadi tergantung fakultasnya apa, jurusan nya apa.

Mungkin nanti 50 online dan 50 offline. Atau 25 online atau 25 offline. Itu akan kita atur dengan sedemikian rupa. Yang jelas itu akan kami akomodir.

Sementara itu, ditempat yang sama Ketua Badan Pembina Yapenti-DWK Uniba, Rendi Susiswo Ismail, menambahkan.

Bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menggelar rapat penyempurnaan susunan kerja pengembangan strategis dan operasional beberapa tahun kedepan bagi Uniba.

Dia menuturkan, sekaligus dalam hal ini pihaknya juga menyusun skala prioritas program yang akan dilaksanakan Uniba, untuk pelaksanaan nanti untuk seluruh unit kerja yang ada di Uniba.

Mulai dari tingkat fakultas, prodi, dan unit-unit kerja yang lain.

“Pada dasarnya, dalam pertemuan yang berlangsung terdapat dua hal yang kami.ingin capai yaitu. Pertama penguatan terhadap kinerja dalam aspek manajemen. Kedua aspek penjamin mutu yakni akreditasi,” pungkasnya. 

(BorneoFlash.com/Eko)

 

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.