Momentum May Day, FKSPSB Balikpapan Sambut Dengan Aksi Bakti Sosial

oleh -
Ketua Forum Komunikasi Serikat Pekerja Serikat Buruh (FKSPSB) Balikpapan, Mugiyanto. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.
Ketua Forum Komunikasi Serikat Pekerja Serikat Buruh (FKSPSB) Balikpapan, Mugiyanto. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Forum Komunikasi Serikat Pekerja Serikat Buruh  (FKSPSB) Kota Balikpapan, menyebut dalam memperingati Hari Buruh atau May Day pada Sabtu (1/5/2021), diisi dengan kegiatan sosial yakni memberikan paket sembako untuk masyarakat di Balikpapan.

Dikatakan Ketua Umum FKSPSB Balikpapan, Mugiyanto adapun pembagian sembako ini dia terangkan menyasar beberapa tempat.

 “Khususnya di daerah-daerah terpencil. Dan kami prioritaskan, masyarakat yang terdampak covid-19, “ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut dia terangkan, untuk total paket sembako secara keseluruhan terkumpul berjumlah 172 paket sembako. 

“Dan ditambah lagi bantuan dari Polresta Balikpapan sebanyak 30 paket sembako. Jadi total ada 202 paket sembako yang kami bagikan pada hari ini,” tuturnya.

Dia juga terangkan, pagi tadi pihaknya juga menyambangi kantor Wali Kota Balikpapan untuk menyampaikan petisi peringatan May Day atau Hari Buruh dalam kesempatan tersebut.

“Kami melakukan audiensi dan Alhamdulillah berjalan baik komunikasi  kami dengan beliau,” terangnya.

Lanjut dia terang, terdapat beberapa poin petisi yang pihaknya sampaikan dalam kesempatan tersebut diantaranya. Pertama mengharapkan adanya dukungan kelembagaan industrial di kota Balikpapan ini diberdayakan.

Itu kata dia  ada tiga, yaitu. Dewan pengupahan kota, tim pendeteksi dini dan ketiga adalah LKS tripartit kota. Pasalnya dia terangkan, tiga lembaga tersebutlah merupakan tempat penyaluran aspirasi pekerja dan buruh di kota Balikpapan.

“Kemudian yang berikutnya berkaitan dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim, maka kami dari FKSPSB Balikpapan. Mendesak kepada Pemkot untuk menyiapkan, tenaga kerja lokal yang qualified (standar),” paparnya.

Artinya dalam hal ini Pemkot Balikpapan melalui Disnaker tentunya  dan stakeholder yang ada di Balikpapan, harus bersama-sama memberikan pelatihan kepada  tenaga kerja lokal.

“Sehingga dapat bersaing dalam pasar kerja saat bersaing pada saat nanti IKN ini dibangun,” bebernya.

Kemudian, petisi berikutnya yang dia sampaikan peran pengawas Disnaker agar dapat diperkuat. Karena ia jelaskan, sudah banyak kontraktor -Kontraktor yang dari luar Balikpapan beroperasi di Balikpapan. 

“Seperti di RDMP Pertamina, itu banyak sekali mereka membawa pekerja dari luar. Untuk itu pengawas ini kami harapkan agar bisa turun kelapangan, agar melakukan intervensi apabila terdapat pelanggaran-pelanggaran kerja. Misalnya, masalah izin operasi, penggunaan tenaga kerja lokal, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

(BorneoFlash.com/Eko)

banner 700x135