Terdampak Covid-19, Sangasanga Field Manager Lakukan Management GOES To Community Ke Mitra Binaan

oleh -
Manajemen Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field (PEP Sangasanga) kunjungi mitra binaan Kelompok Sadar Wisata Sungai Hitam Lestari (Pokdarwis SHL), yang terdampak pandemi Covid-19. lokasi wisata bekantan yang berada di Sungai Hitam, Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (24/10/2020)

BorneoFlash.com, KUTAI KARTANEGARAManajemen Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field (PEP Sangasanga) kunjungi mitra binaan Kelompok Sadar Wisata Sungai Hitam Lestari (Pokdarwis SHL), yang terdampak pandemi Covid-19. lokasi wisata bekantan yang berada di Sungai Hitam, Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (24/10/2020).

Management Goes to Community yang dilakukan oleh PEP Sangasanga kali ini bertujuan untuk melihat perkembangan kegiatan dan program Pokdarwis Sungai Hitam Lestari setelah dilanda pandemi Covid-19.

Kegiatan Wisata di Sungai Hitam sempat vakum selama 3 bulan pada fase awal pandemi Covid-19 sejak April hingga Juni 2020. Namun, pada bulan Juli 2020 kegiatan pariwisata di Sungai Hitam sudah kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk menghadapi kondisi ini, Pokdarwis memperoleh dukungan dari PEP Sangasanga berupa optimalisasi promosi pariwisata, diversifikasi produk olahan buah nipah, dan bantuan sembako untuk anggota kelompok.

Program Ekoriparian Sungai Hitam merupakan program yang telah dijalankan bersama oleh Pokdarwis dan PEP Sangasanga dan stakeholders lainnya sejak 2019. Berawal dari inisiatif masyarakat untuk melestarikan habitat bekantan di Sungai Hitam sebagai bentuk rasa syukur karena bekantan berjasa dalam membantu leluhur mereka pada masa penjajahan Belanda.

Aidil Amin, Ketua Pokdarwis SHL, kemudian mengajak masyarakat untuk memulai kegiatan pariwisata dengan modal seadanya. Pada tahun 2019, Aidil berkoordinasi dengan PEP Sangasanga untuk menyelenggarakan diskusi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) pada bulan Januari 2019 yang juga melibatkan pihak pemerintah dan pemangku kepentingan lain. FGD tersebut kemudian menghasilkan perencanaan kolaborasi pengelolaan Program Ekoriparian Sungai Hitam (Kopi Hitam) selama 5 tahun mulai tahun 2019.

Pada tahun 2019 PEP Sangasanga mulai memberikan bantuan berupa Pelatihan Pembuatan Produk UMKM, Sarana dan Prasarana Wisata seperti Gapura dan Papan Reklame, Penanaman Bibit Mangrove, serta Promosi Wisata. Selanjutnya, pada tahun 2020 PEP Sangasanga memberikan bantuan berapa seragam Pokdarwis SHL, peralatan pengolahan produk UMKM, bantuan sarana penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata Sungai Hitam, serta pelatihan pemandu wisata lokal.

Berbekal pelatihan pelatihan pemandu wisata lokal yang telah diberikan, para anggota kelompok saat ini meningkat keterampilannya untuk memberikan penjelasan dan gambaran mengenai sungai hitam kepada
para wisatawan.

Kedepan Pokdarwis akan terus berusaha dan berinovasi agar Wisata Ekoriparian Sungai Hitam terus berkembang dan menjadi semakin terkenal, “Kami berharap agar kedepannya Wisata Bekantan Sungai
Hitam dapat lebih dikenal dan mengalami peningkatan kunjungan baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara” ucap Aidil.

Gondo Irawan, Sangasanga Field Manager yang sempat melakukan wisata ekoriparian pada saat kunjungannya memberikan komentarnya terhadap pelayanan Pokdarwis. “Pelayanan wisata Pokdarwis SHL sungguh memuaskan, kita diberikan gambaran mengenai kehidupan bekantan dan sejarah sungai hitam disini” ucapnya.

PEP Sangasanga merupakan salah satu lapangan migas PT Pertamina EP (PEP) dan beroperasi di bawah pengawasan Pertamina EP Asset 5 (PEP Asset 5). Berdasarkan data Sistem Operasi Terpadu (SOT) SKK Migas akhir Oktober 2020, produksi minyak mentah PEP Sangasanga berada di angka 17.983 barrel oil per day (bopd) dari target 18.335 bopd, atau realisasi sebesar 98,1%.

Sedangkan produksi gas berkisar di angka 17,02 million standard cubic feet per day (mmscfd) dari target 14,94 mmscfd, atau realisasi sebesar 114%. Selain Sangasanga, empat lapangan lain yang dikelola PEP Asset 5 antara lain Sangatta (Kalimantan Timur), Tarakan dan Bunyu (Kalimantan Utara), dan Tanjung (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah).(*)

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.